notes of an ambivert
tau lari estafet kan?
ya, adu tanding lari berkelompok yang masing-masing tim membawa semacam tongkat untuk diserahkan kepada anggota tim yang lain pada jarak tertentu. sama kayak siklus hidup. seseorang lahir, tumbuh jadi anak-anak, remaja, dewasa dan kalo berjalan lancar sampe pada usia senja dan pada akhirnya menemui kematian.
beberapa waktu belakangan, banyak keputusan yang mesti diambil dengan semua pertimbangan, resiko dan manfaatnya. buat gw hal ini adalah sesuatu yang cukup sulit, karena kebiasaan menggantungkan keputusan sama orang lain. akibatnya, jadi kelabakan dan kebingungan sendiri buat ngambil keputusan, cenderung takut dan ngerasa menjadikannya beban, bukan tantangan yang seharusnya dihadapi dan ditundukkan.
namun, ada hal yang mau gak mau harus gw hadapi sekarang; tongkat estafet mulai berpindah dari generasi orang tua, maupun saudara-saudara yang lebih tua ke tangan generasi kita, yang rata-rata sudah memasuki usia 20an. saat dimana kebanyakan orang mulai memikirkan masa depannya, kelangsungan hidup, arah maupun kemakmuran diri agar ga salah strategi dari awal.
waktu emang ga bisa berhenti, ga bisa juga diputar balik. ga kerasa, gw udah mulai jadi mahasiswa yang masuk kategori “angkatan tua”. padahal masih kayak kemaren, ngerasain gimana ospek, masuk semester awal. kakak-kakak kelas juga sudah ada yang mulai lulus, ada yang sudah kerja. gak lama lagi, masa itu akan gw hadapi, siap ato nggak.
pada akhirnya, tongkat estafet akan diambil dan generasi ini harus melanjutkan perlombaan yang dulu dilakukan oleh generasi terdahulu, dimana mereka pada akhirnya bisa beristirahat dengan damai, sambil mengawasi kita semua dari belakang dengan penuh harapan dan kecemasan. pada akhirnya pula, ada masa tongkat estafet yang telah kita pegang sambil berlari kencang diserahkan kepada mereka yang menunggu di depan, yaitu generasi selanjutnya yang menunggu dengan ekspektasi dan tanda tanya besar.
pertanyaannya adalah, seberapa cepat kita semua dapat berlari?
dapatkah kita membawa tongkat estafet ini ke pelari selanjutnya?